Senin, 06 Juli 2020

Rencana Nikah Muda?


Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Ar-Rum ayat 21)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....

Perkenankan saya untuk menjelaskan tentang menikah muda. Apa itu menikah muda? Kenapa menikah muda? Bagaimana rencana agar persiapan menikah itu secara tepat? Apakah menikah muda sebuah trend masa kini? Apa yang yang menjadi tujuan kita untuk menikah muda? Apakah niat kita menikah muda sudah benar atau cuma sekedar syahwat semata? Ini yang akan saya jelaskan diblog ini.

Pertama, apa itu menikah muda. Pengertian menikah muda sendiri berbeda – beda pada setiap orang, kebanyakan orang menilai menikah muda itu ketika seorang laki – laki dan perempuan yang menikah diusia masih muda atau masih belum mapan baik dari segi usia, segi ekonomi, dan segi psikologis. Lalu banyak juga yang menilai mungkin menikah muda itu terjadi karena sebelum menikah melakukan pacaran terlalu berlebihan atau mungkin karena mengikuti trend – trend anak zaman sekarang. Jadi, masih banyak juga orang tua yang tidak mengijinkan anaknya untuk menikah muda. Kalau menurut persepsi saya pribadi, menikah muda itu bukan karena usia yang masih terlalu muda tetapi persiapan untuk menikah belum cukup ketika ada keinginan untuk menikah. Menikah muda tidak ada salahnya juga asalkan sudah ada persiapan menikah muda sudah cukup.

Kedua, kenapa menikah muda. Biasanya masih banyak orang – orang memiliki keinginan untuk menikah muda karena mengikuti trend zaman sekarang atau cuma untuk gaya – gayaan saja karena tidak mau kalah dengan teman yang sudah menikah duluan. Alasan menikah muda yang paling mendasar memang agar menghindari terjadi zina. Tapi bukan sekedar itu saja, yang terpenting memiliki alasan yang tepat untuk menikah muda yaitu menikah karena Allah, karena menikah itu sendiri juga bagian dari ibadah di dalam islam.

Ketiga, bagaimana rencana agar persiapan menikah itu secara tepat. Pertama persiapan ruhiyah (spiritual) itu sangat sensitif harus menata hati dengan matang dan meluruskan niat. Kita harus menata hubungan sama Allah, berhusnudzon sama Allah, jodoh sudah tertulis kok, tergantung kita mau mengambil dengan cara apa, hasilnya itu juga tidak mungkin tertukar. Tetapi sebagaimana rezeki, jodoh itu tergantung cara kita mengambilnya akan mempengaruhi rasanya dan rasa tidak pernah bohong. Jodoh yang diambil dengan keridhoan Allah beda rasanya dengan jodoh yang diambil dengan kemurkaan Allah. Kedua syaqafiyah (intelektual) bagaimana kita mempersiapkan pernikahan dengan ilmu. Motivasi untuk belajar mencari ilmu itu sangat penting. Jangan malu baca buku parenting dari masa remaja dan jangan menganggap diri sendiri buruk dengan berpikir masih lama karena nanti ada yang lamar jadi bingung. Banyak kasus dalam rumah tangga bukan karena kurangnya cinta tapi kurangnya ilmu bagaimana cara mengekspresikan cinta. Cara mencintai istri berbeda dengan suami karena itu kita butuh ilmu dalam memahami itu. Ketiga jasadiyah (fisikal) dengan sehatkan diri kita, bila ada penyakit apalagi yang menular maka sembuhkan dulu dan menjaga olahraga. Keempat iqtisodiyah (finansial) kita bisa mencari penghasilan sendiri terutama bagi laki – laki. Menafkahkan itu perlu ilmunya begitu pula dengan menghabiskan. Kelima ijtimaiyah (sosial) kita akan menjadi salah satu anggota masyarakat yang dapat membawa perubahan yang baik kepada masyarakat.

Keempat, apakah menikah muda sebuah trend masa kini. Memang sih menikah muda di zaman sekarang semakin banyak terjadi dengan alasan – alasan yang ada didalamnya. Tetapi nyatanya di zaman dulu juga banyak orang – orang yang menikah muda, bahkan lebih muda menikah diusia 15 tahun kebawah atau ketika baru baligh dan zaman dulu orang – orang sampai memiliki banyak keturunan karena mereka memiliki keyakinan bahwa ketika memiliki banyak anak maka akan banyak juga rezeki yang akan didapatkan.

Kelima, apa yang yang menjadi tujuan kita untuk menikah muda. Banyak sekali macam – macam orang ingin menikah muda, ada yang karena telah melakukan pacaran yang berlebihan, ada yang hanya mengikuti trend zaman sekarang, ada yang menikah muda dengan tujuan niat karena Allah, dan lain sebagainya. Tak ada salahnya menikah muda, asalkan kita sudah mempersiapkan untuk membangun kehidupan yang baru dengan niat karena Allah, kita tahu apa yang akan kita lakukan pasca pernikahan karena menikah itu bukan sekedar di saat hari akad saja, tetapi pasca pernikahan kita harus tahu akan melakukan aktivitas apa saja yang bisa bernilai pahala dan ridho Allah karena kita sudah tahu menikah itu dilandaskan dengan niat karena Allah sebagai ibadah. Menikah itu salah satu ibadah yang paling panjang, sebab itu persiapannya cukup banyak dan panjang waktunya untuk didapatkan.

Keenam, apakah niat kita menikah muda sudah benar atau cuma sekedar syahwat semata. Tidak bisa dipungkiri, semua orang pasti memiliki kecenderungan cinta terhadap lawan jenis dan setiap orang berbeda – beda dalam mengungkapkan perasaan cinta itu. Cinta memang fitrah manusia yang telah diberikan oleh Allah dengan tujuan agar kita saling berkasih sayang terhadap sesama manusia maupun makhluk hidup lainnya. Tergantung kita akan mengungkapkan perasaan cinta dengan cara yang benar atau salah. Yang benar yaitu ketika kedua insan yang saling mencintai tidak akan melakukan hal – hal yang membuat Allah benci, hal – hal maksiat yang hanya menghapuskan pahala yang telah didapatkan ditambah menambahkan dosa, maka akan melakukan cara yang disukai Allah dengan cara ta’aruf, khitbah, lalu menikah. Yang salah yaitu ketika perasaan cinta itu diungkapkan dengan cara pacaran, memang sih pacaran tak salah juga asalkan dilakukan ketika sudah memiliki pasangan yang halal, yang tidak baik itu ketika perasaan itu diterapkan dengan pacaran yang haram yang Allah benci hal tersebut. Jadi kita bisa menilai sendiri apakah kita menikah muda itu sudah benar atau cuma sekedar syahwat semata. Kalau menikah muda itu niat karena Allah, maka kita tidak akan melakukan pacaran sebelum nikah atau aktivitas – aktivitas yang Allah benci. Sebaliknya, ketika menikah muda itu hanya sekedar syahwat semata maka biasanya sebelum menikah akan melakukan pacaran. Perasaan cinta diawal sebelum pacaran itu tidah ada yang salah, yang salah itu ketika kita melanjutkan dengan cara pacaran sebelum menikah.

Ingat, orang – orang yang melakukan pacaran sebelum menikah tidak akan mendapatkan sakinah mawaddah warahmah, itu hanya didapatkan kepada orang – orang yang menjemput pasangan hidupnya dengan cara yang benar, dengan cara islam, dengan cara yang Allah suka. Penjelasan sakinah mawaddah warahmah itu apa, in syaa Allah akan dibahas di blog selanjutnya.

Sekian penjelasan dari saya tentang seluk beluk nikah muda, jazakumullah khairan terima kasih banyak yang telah membaca blog ini dengan seksama. Kurang lebihnya mohon maaf.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar